PT KONTAKPERKASA FUTURES

PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA – Akhir minggu lalu, harga emas melemah ke $1,766, ditengah bearish-nya pasar komoditi dan naiknya dollar AS karena meningkatnya imbal hasil treasury 10 tahun AS. Penurunan harga emas kali ini telah mengubah tren naik di grafik tehnikal harian sehingga kedepannya dalam jangka pendek pergerakan harga emas kemungkinan sideways.

Minggu ini data ekonomi AS akan banyak yang keluar dan emas akan mengikuti secara ketat ekspektasi inflasi dari pasar dengan harga komoditi terus mengalami kenaikan.

Semua mata akan memperhatikan data makro ekonomi AS, termasuk laporan manufaktur dan employment.

Sampai sekarang, pasar emas sedang mengabaikan badai besar dari tingkat bunga yang rendah, semakin banyak belanja pemerintah, dan ekspektasi naiknya inflasi. Minggu ini, sikap kebijakan Federal Reserve yang mengatakan bahwa terlalu dini untuk memulai “tapering”, akan mengalami ujian.

Minggu ini, Manufaktur dari ISM sangat penting untuk diperhatikan. Angka employment juga tidak kalah pentingnya. Secara umum, setiap ada kenaikan yang mengejutkan akan membuat ekspektasi inflasi meningkat lebih tinggi. Hal ini bisa menggerakkan tingkat bunga riil turun lebih rendah, yang akan bisa menjadi katalisator bagi emas.

Pasar mulai percaya bahwa the Fed bertekad membiarkan ekonomi bergerak panas. Dan pada saat inflasi bergerak naik lebih tinggi, yields AS tidak mungkin bisa naik tinggi, yang mana hal ini adalah baik bagi emas.

PMI manufaktur dari ISM akan keluar pada hari Senin dan laporan pekerjaan bulan April diskedulkan keluar pada hari Jumat. Data makro ekonomi kunci AS yang akan keluar minggu ini termasuk factory order pada hari Selasa, ADP Nonfarm employment dan PMI non manufaktur dari ISM pada hari Rabu, dan juga klaim pengangguran pada hari Kamis.

Munculnya data yang lebih baik daripada yang diperkirakan kemungkinan akan bisa memberikan tekanan terhadap Federal Reserve yang pada minggu lalu mengatakan bahwa masih terlalu pagi untuk mulai mengurangi pembelian assets bulanan.

PMI manufaktur bulan Maret oleh ISM kemungkinan tetap tinggi di level 64.9.

Berikutnya angka pasar tenaga kerja yang akan dikeluarkan oleh ADP diperkirakan akan menunjukkan penciptaan lapangan kerja yang lebih cepat di sektor swasta.

PMI Jasa dari ISM adalah pertanda yang terakhir dan kemungkinan menjadi signal paling penting karena kebanyak orang Amerika bekerja di sektor ini. Angka yang akan keluar diperkirakan melebihi dari angka di bulan Maret sebesar 63.7 yang merupakan angka tertinggi sepanjang waktu.

Klaim pengangguran mingguan AS pada hari Kamis adalah diluar dari perhitungan NFP namun bisa berdampak terhadap pemikiran dari para trader dengan ketegangan memuncak menjelang keluarnya NFP pada hari Jumat.

Angka pekerjaan – NFP – untuk bulan April mengarah kepada kenaikan di dalam pertambahan pekerjaan sebanyak 925.000 – pertambahan yang besar apabila terjadinya sebelum pandemi. Bagi dollar AS, reaksinya akan langsung terlihat – apabila terjadi pertambahan lebih dari satu juta posisi, hal ini akan membuat dollar AS mengalami permintaan, terutama jika “participation rate” juga meningkat.

Kemungkinan Federal Reserve terpaksa membuat kebijakan pengetatan kenaikan tingkat bunga yang pertama pada tahun 2024 lebih awal daripada yang sekarang disignalkan.

Dengan semua yang terjadi sekarang ini, harga emas harusnya telah terbang, namun hal ini tidak terjadi.

Level psikologis yang penting di $1,800 sepertinya tidak terjamah oleh emas pada saat sekarang ini meskipun semua penggerak yang positip terhadap emas sedang mengelilingi metal berharga pada saat sekarang.

Mengapa?

Segala sesuatunya menunjukkan hal yang bullish bagi harga emas. Harga komoditi sedang meledak saat ini. Konstruksi AS sedang booming pada saat ini. Sesungguhnya inflasi sedang datang khususnya dengan undang – undang infrastruktur yang baru.

Sekali pemerintah mulai terlibat di dalam penawaran konstruksi, komoditi akan naik lebih tinggi.

Ada inflasi dan itulah sebabnya mengapa harga emas seharusnya naik lebih tinggi. Namun, apabila emas tidak mengalami rally di dalam lingkungan dimana kita melihat inflasi berlangsung, apa yang akan terjadi terhadap harga emas jika mereka menaikkan tingkat suku bunga?

Kemungkinan penyebabnya adalah meningkatnya popularitas cryptocurrencies dimana bitcoin telah berhasil menarik perhatian investor dari emas.

Pasar saham yang mengalami rally karena musim laporan yang kuat yang semuanya menunjukkan penghasilan yang bagus, juga menahan naiknya harga emas. Meskipun yields AS sempat turun, namun performance pasar saham sangat baik sehingga menimbulkan keengganan dari investor untuk menempatkan posisi di assets yang tidak memberikan yields.

Emas sedang menyiapkan diri untuk bisa menembus level $1,800 dan mengejar target $1,900 pada tahun ini. Pada kuartal kedua, Amerika Serikat akan melihat data ekonomi yang lebih daripada yang diperkirakan secara signifikan.

Sampai emas bisa menembus resistance psikologis di $1,800 dan mengalami rally diatas $1,800 harga emas akan bergerak sideways.

Sebelum emas bisa menembus keatas $1,800 secara basis yang berkelanjutan, pasar akan terlebih dahulu harus diyakinkan bahwa AS akan mengalami inflasi yang berkelanjutan, tidak hanya transitory. Ditambah lagi dengan bagian dunia yang lain sudah harus mulai mengalami pemulihan. Hal ini bisa berarti akan melemahnya dollar AS secara permanen.

“Support” terdekat menunggu di $1,750 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,734 dan kemudian $1,677. “Resistance” terdekat menunggu di $1,785 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,791 dan kemudian $1,810. PT KONTAK PERKASA FUTURES

vibiznews.com