PT KONTAKPERKASA FUTURES

PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA – Emas kembali masuk ke dalam radar para investor dengan harga emas diakhir minggu menguat meskipun terjadi kenaikan yields obligasi AS.

Setelah diperdagangkan mendekati level tertinggi selama tiga minggu menyusul pernyataan dari Federal Reserve yang dovish, emas berhasil mengabaikan kenaikan yield treasury AS 10 tahun yang mencapai level tertinggi selama 14 bulan di 1.75% pada hari Jumat yang lalu.

Emas berjangka kontrak bulan April diperdagangkan di sekitar $1,745.60 per troy ons, naik lebih dari 1% selama seminggu yang lalu.

The Fed merevisi naik ekspektasi dari inflasi dan GDP AS tahun 2021. Inflasi menjadi 2.4% sementara GDP AS menjadi 6.5%. Selain itu the Fed menekankan bahwa tingkat bunga akan tetap mendekati nol sampai tahun 2023. Gubernur Fed Jerome Powell terus menyebut setiap kenaikan harga sebagai “transitory” sambil mengabaikan kenaikan dari yields obligasi AS.

Pada hari Jumat minggu lalu, the Fed memicu penjualan obligasi yang baru yang menaikkan yields AS dan mendorong dollar AS naik lebih jauh, dengan menolak untuk memperpanjang pengecualian peraturan leverage bank temporer yang akan jatuh tempo pada akhir bulan.

Dalam hal ini, emas memperlihatkan performa yang bagus dengan tetap bertahan diatas $1,730 per ons, sementara harga saham dan minyak mentah jatuh.

Emas sebagai “asset class” telah bergerak naik dalam daftar investasi dari investor setelah terdiam untuk sementara waktu lamanya. Sebagian investor mulai melirik kepada emas lagi ditengah volatilitas pasar. Beberapa hari ini, emas telah diperdagangkan lebih baik daripada komoditas lainnya termasuk perak dan tembaga.

Selain itu, ketegangan geopolitik kembali muncul di radar setelah lenyap beberapa waktu lamanya. Para pejabat tinggi AS dan Cina bertikai selama pertemuan tingkat tinggi yang pertama kalinya di adakan oleh pemerintahan AS yang baru. Amerika Serikat menyatakan keprihatinannya atas tindakan Cina di Xinjiang, Hong Kong, Taiwan dan serangan cyber terhadap AS, pemaksaan ekonomi terhadap sekutu AS. Sementara Cina mengatakan bahwa AS menggunakan kekuatan militer dan hegemoni keuangannya melampaui jurisdiksinya dan menekan negara-negara lain.

Ketegangan ini muncul hanya beberapa hari setelah Joe Biden menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai pembunuh selama interview dengan kantor berita ABC.

Dengan disrupsi pandemik Covid – 19, ketegangan geopolitik mereda, namun kalau hal ini akan berubah, emas bisa bereaksi positip. Ketidakpastian geopolitik telah melangkah masuk dan menjadi pusat pemberitaan, bersamaan dengan yields AS dan volatilitas pasar. Jika geopolitik meningkat, akan ada pembelian terhadap assets safe-haven.

Meskipun demikian, emas masih beresiko turun. Emas masih bisa turun ke $1,700 dengan mudah jika yields AS terus naik. Sebaliknya kenaikan ke $1,750 bisa memicu tren bullish.

Minggu ini akan ada serombongan anggota dari Federal Reserve yang akan berbicara, termasuk penampilan bersama di depan Senate Banking Committee dari Gubernur the Fed Jerome Powell dan Treasury Secretary Janet Yellen pada hari Rabu.

“Support” terdekat menunggu di $1,727.10 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,702.15 dan kemudian $1,673.30. “Resistance” terdekat menunggu di $1,754.20 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,769.42 dan kemudian $1,803.06. PT KONTAK PERKASA FUTURES

vibiznews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *